Dalil Mengenai Pergaulan Tentang Tetangga
Rian Antoni Rahmad (29)
- Tetangga yang baik hendaknya menjaga kehormatandan harta tetangganya. Imam Ahmad meriwayatkan dari al-Miqdad bin al-aswad radhiallahu ‘anhu, ia mengatakn bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi waSalam bersabda kepada para sahabatnya: “Apa pendapat kalian tentang zina?” Para sahabat menjawab : “Perbuatan terlarang yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan hal itu akan tetap haram hingga hari kiamat.” Beliau Shalallahu ‘alaihi waSalam bersabda :
- Tetangga yang baik hendaknya memenuhi hak-hak tetangganya yang muslim. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi waSalam bersabda :
- Menutupi aib tetangganya. Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi waSalam bersabda :
لأن يزني الرجل بعشرة نسوة أيسر عليه من أن يزني بامرأة جاره
“Seorang yang berzina dengan sepuluh orang wanita lebih ringan dosanya daripada ia berzina dengan istri tetangganya.” Lalu beliau bertanya : “Apa pendapat kalian tentang mencuri?” Mereka
menjawab:” Perbuatan yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan
akan tetap haram hingga hari kiamat.” Beliau bersabda:
لأن يسرق الرجل من عشرة أبيات أيسر عليه من أن يسرق من جاره
“Seseorang yang mencuri disepuluh rumah,lebih ringan dosanya dari pada mencuri dirumah tetangganya.” ( HR. Imam ahmad 23905)
حق المسلم على المسلم ست : إذا لقيته فسلم عليه وإذا دعاك
فأجبه وإذا استنصحك فانصح له وإذا عطس فحمد الله فسمته وإذا مرض فعده
وإذا مات فاتبعه
“Hak muslim terhadap muslim yang lain ada enam, apabila engkau
bertemu dengannya hendaklah engkau mengucapkan salam kepadanya, apabila
dia mengundangmu maka penuhi undangannya, apabila ia meminta nasehat
kepadamu maka berilah nasihat kepadanya, apabila ia bersin kemudian dia
memuji Allah makadoakan dia dengan mengucapkan “ yarhakumullah”,
apabila dia sakit maka jenguklah, apabila dia meningggal maka iringi
jenazahnya.” (HR. Muslim, 2162)
من ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة
- Menjauhkan perkara yang dapat menggangu ketenangan saudaranya. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi waSalam bersabda :
- Membalas kejelekan dengan kebaikan.
- Memberi makanan pada tetangga terutama kepada yang miskin. Dari Abu Dzar Radhiallahu ‘anhu sesungguhnya kholilku Shalallahu ‘alaihi waSalam berwasiat kepadaku;
- Jika tetangga kafir, berbuat baik dilakukan dengan cara memberi hadiah, menjenguknya bila sakit, menasehatinya, mengajaknya agar masuk islam dan menunaikan haknya yang lain.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِى جَارَهُ
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Pembalasan maka jangan mengganggu tetangganya.” (HR. Bukhori, 5559 )
وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
“… serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapatkan tempat kesudahan (yang baik).” ( QS. Al-Ro’du : 13 :22 )
إذا طبخت مرقا فأكثر ماءه ثم انظر أهل بيت من جيرانك فأصبهم منها بمعروف
“Apabila kamu memasak kuah, maka perbanyak airnya, lalu lihatlah keluarga rumah tetangamu, lalu berilah mereka sewajarnya.” (HR. Muslim : 4759 )Dari Umar Radhiallahu ‘anhu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi waSalam bersabda :
لا يشبع الرجل دون جاره
“Tidak boleh kenyang seseorang sedangkan tetangganya kelaparan.” (HR. Imam Ahmad 367. Semua rawinya kuat. Liht Musnad Umar bin Khotthob yang terakhir )- Jika tetangga ahli bid’ah dengan tidak mendatangi undangannya yang bid’ah, tidak membantu kebid’ahannya, menasehati dengan baik, menyeru agar kembali kepada Sunnah dan menunaikan hak tetangga yang lainnya.
0 Response to "Dalil Mengenai Pergaulan Tentang Tetangga"
Posting Komentar